Apa itu JAVA? Java adalah bahasa pemrograman
serbaguna untuk membuat program seperti PASCAL atau C++ yang mendukung sumber
daya Internet (web) dan mendukung aplikasi klien/server baik dalam jaringan
lokal (LAN) maupun WAN. Java dikembangkan oleh Sun Microsystems pada Agustus
1991 dengan nama semula OAK oleh James Gosling. OAK merupakan kepanjangan dari
Object Application Kernel dan pada tahun 1995 berganti nama menjadi JAVA.
Java
merupakan hasil perpaduan dari sifat sejumlah bahasa pemrograman yaitu C, C++,
Object-C, SmallTalk dan Common LISP. Java dapat dijalankan pada sembarang
komputer dengan sembarang sistem operasi. Ketidakbergantungan terhadap platform
sering dinyatakan dengan istilah portabilitas. Tingkat portabilitas Java tidak
hanya pada program sumber (source code) tetapi juga pada tingkat kode biner
(bytecode).
Pemrograman
Berorientasi Objek (OOP) adalah metode pemrograman yang meniru cara kita
memperlakukan sesuatu (benda). Setiap objek dapat menerima pesan, memproses data, dan mengirim pesan ke objek lainnya. Ada tiga karakteristik bahasa Pemrograman
Berorientasi Objek, yaitu :
1. Pengkapsulan
(Encapsulation)
Mengombinasikan suatu struktur
dengan fungsi yang memanipulasinya untuk membentuk tipe data baru yaitu kelas
(class). Selain itu pengkapsulan juga memastikan pengguna sebuah objek tidak
dapat mengganti keadaan dalam dari sebuah objek dengan cara yang tidak layak;
hanya metode dalam objek tersebut yang diberi ijin untuk mengakses keadaannya.
Setiap objek mengakses interface yang menyebutkan bagaimana objek lainnya dapat
berinteraksi dengannya. Objek lainnya tidak akan mengetahui dan tergantung
kepada representasi dalam objek tersebut.
Contoh jika seorang arsitek akan
membangun rumah, sebelum membangun rumah tentunya akan merancang dulu di
kertas, jumlah dan letak pintu, jendela, dan semuanya, itulah class. Kemudian
dari gambar rumah tersebut dibangun banyak rumah sesuai rancangan yang sudah
dibuat. Masing-masing rumah jadi tersebut adalah yang disebut dengan
objek/instance.
2. Pewarisan
(Inheritance)
Mendefinisikan suatu kelas dan
kemudian menggunakannya untuk membangun hirarki kelas turunan, yang mana
masing-masing turunan mewarisi semua akses kode maupun data kelas dasarnya.
Objek didefinisikan dan diciptakan dengan jenis khusus dari objek yang sudah
ada objek-objek ini dapat membagi (dan memperluas) perilaku mereka tanpa harus
mengimplementasi ulang perilaku tersebut (bahasa berbasis-objek tidak selalu
memiliki inheritas.)
Suatu kelas dapat diciptakan
berdasarkan kelas lain. Kelas baru ini mempunyai sifat-sifat yang sama dengan
kelas pembentuknya, ditambah sifat-sifat khusus lainnya. Dengan pewarisan kita
dapat menciptakan kelas baru yang mempunyai sifat sama dengan kelas lain tanpa
harus menulis ulang bagian-bagian yang sama. Pewarisan merupakan unsur penting
dalam pemrograman berorientasi objek dan merupakan blok bangunan dasar pertama
penggunaan kode ulang (code reuse). Yang perlu dicatat adalah bahwa data dan
fungsi yang dapat diwariskan hanya yang bersifat public dan protected. Untuk
data dan fungsi private tetap tidak dapat diwariskan. Hal ini disebabkan sifat
protected yang hanya dapat diakses dari dalam kelas saja. Sifat pewarisan ini
menyebabkan kelas-kelas dalam pemrograman berorientasi objek membentuk hirarki
kelas mulai dari kelas dasar, kelas turunan pertama, kelas turunan kedua dan
seterusnya. Sebagai gambaran misalnya ada hirarki kelas unggas.
Contoh pewarisan adalah sebagai
berikut: sebagai kelas dasar adalah Unggas. Salah satu sifat Unggas adalah
bertelur dan bersayap. Kelas turunan pertama adalah Ayam, Burung dan Bebek.
Tiga kelas turunan ini mewarisi sifat kelas dasar Unggas yaitu bertelur dan
bersayap. Selain mewarisi sifat kelas dasar, masing-masing kelas turunan mempunyai
sifat khusus, Ayam berkokok, Burung terbang dan Bebek berenang. Kelas Ayam
punya kelas turunan yaitu Ayam Kampung dan Ayam Hutan. Dua kelas ini mewarisi
sifat kelas Ayam yang berkokok. Tetapi dua kelas ini juga punya sifat yang
berbeda, yaitu: Ayam Kampung berkokok panjang halus sedangkan Ayam hutan
berkokok pendek dan kasar.
3. Polimorphisme
(Polymorphism)
Memberikan satu aksi untuk satu nama
yang dipakai bersama pada satu hirarki kelas, yang mana masing-masing kelas
hirarki menerapkan cara yang sesuai dengan dirinya. Polimorfisme melalui
pengiriman pesan. Tidak bergantung kepada pemanggilan subrutin, bahasa
orientasi objek dapat mengirim pesan; metode tertentu yang berhubungan dengan
sebuah pengiriman pesan tergantung kepada objek tertentu di mana pesa tersebut
dikirim.
Contohnya, bila sebuah burung
menerima pesan “gerak cepat”, dia akan menggerakan sayapnya dan terbang. Bila
seekor singa menerima pesan yang sama, dia akan menggerakkan kakinya dan
berlari. Keduanya menjawab sebuah pesan yang sama, namun yang sesuai dengan
kemampuan hewan tersebut. Ini disebut polimorfisme karena sebuah variabel
tungal dalam program dapat memegang berbagai jenis objek yang berbeda selagi
program berjalan, dan teks program yang sama dapat memanggil beberapa metode
yang berbeda di saat yang berbeda dalam pemanggilan yang sama. Hal ini
berlawanan dengan bahasa fungsional yang mencapai polimorfisme melalui
penggunaan fungsi kelas-pertama.
0 komentar:
Posting Komentar